Kamis, 14 Agustus 2014

Mencoba menulis mengenai sosok 'bidadari', sok tahu nih...

"Ma...Doakan ya ma gola mau seminar skripsi nih " sambil mencium tangannya..

"Ma...minta uang buat fotokopi skripsi dan ngeprint " Ma...gola mau ke perpustakaan mau minjem buku buat skripsi minta ongkos buat kesananya..."Ma...ada yang harus gola kerjain tentang skripsi...."sambil meminta dengan tangan ? ngerti kan maksudnya...

Ibunda hanya menjawab dengan senyuman yang begitu indah dan tulus..."Kalau segini cukup ga, La ?"

InsyaAllah dicukup-cukupin mah..."

Sering banget anakmu ini meminta...kapan yah..bisa memberi ??? pertanyaan hatiku saat ini...Ternyata skripsi itu tak hanya membutuhkan buku, laptop, internet, dosen, hp, motor, tapi juga yang terpenting adalah adanya sosok yang bisa memberi semangat dan perhatian, sosok yang selalu memberi teladan dan mengingatkan apabila lupa atau salah, memanjatkan doa untuk bisa mencapai keberhasilan dan banyak hal lain..pokoknya ingin yang terbaik buat saya..Sosok ini kutemui oleh ibunda dan bapakku tercinta...

Ibunda yang selalu memberi semangat ketika anakmu ini sering mengeluh di rumah "ADUUUUUHHHHHHHHH STRESSSSSSSSSSSSS"gara-gara skripsi nih...Lalu ibunda mengatakan dengan rasa sayang "jangan stres la...masa orang yang rajin sholat bisa stres..."Jangan kalah ama orang yang ga pernah sholat" mungkin maksudnya kalau stres apa bedanya dong orang yang selalu berdoa kepada Rabbnya untuk dimudahkan dalam skripsi dengan orang yang ga pernah berdoa?...astaghfirullah...benar perkataan ibunda mungkin sholat saya belum khusyu, mungkin ibadah saya masih terlalaikan dengan skripsi terutama masalah waktu...astaghfirullah...

Ibunda juga yang selalu memberi perhatian "perlu apa La..mama mau pergi...ga ada perlu apa-apa lagi sama mama...?"Awas ada yang ketinggalan ga ?"Sudah makan belum ?...bahkan setiap anakmu ini mau pergi ke kampus buat skripsi...ibunda selalu menemani di halaman, melihat anakmu pergi dengan motornya terlebih dahulu baru ibunda masuk kedalam rumah...

Tak jarang kulihat ibunda menengadahkan tangannya kepada Sang Khalik.. sambil melantunkan doa untuk anakmu ini agar berhasil kuliahnya...agar sukses kehidupannya...dipermudah skripsinya...

Teringat sebuah hadits bahwa doa orang tua kepada anaknya itu mustajab...

Dari Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu, doa orang yang dizhalimi (dianiaya), doa orang musafir, dan doa kedua orang tua kepada anaknya.”
Hasan, di dalam kitab Ash-Shahihah (598), (Abu Daud: 8-Kitab Ash-Shalat, 29- Bab Ad-Doa’u Bizhahril Ghaibi, At-Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wash-Shilah, 7- Bab Ma Ja^afi Da’watil Walidaini. Ibnu Majah: 34- Kitab Doa\ 11- Bab Da’watul-Walid Da’watul Mazhlum, hadits 3862).

Tak tahan Air mata pun ikut turun dengan kerendahan hati...ketulusan cinta...kasih sayang ibunda kepada anaknya...

"La...Sok atuh Cepet Lulus" perkataan Ibunda tercinta kepada sang anak yang keliatan sibuk mengerjakan skripsi..Saking sibuknya anakmu ini jarang bertanya gimana bunda kabarnya, perlu dibantu apa...yang ada pulang dari kampus, atau rumah sakit buat penelitian, atau cari bahan di perpustakaan...langsung deh..naik ke atas ..ke kamar dan diem di sana...tidur kalau cape...atau mengetik lagi didepan laptop...lempeng...weeeh.....astaghfirullah....

Kutemukan sebuah kisah yang mungkin sudah pernah membacanya..dalam sebuah Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yang lain, ‘Ingatlah amal terbaik yang pernah kamu lakukan’.

Kemudian mereka memohon kepada Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dengan harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata,  "Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai kedua orang tua yang sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yang masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kepada kedua orang tuaku sebelum orang lain.

Suatu hari aku harus berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dapati kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi keduanya namun keduanya masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tidak memberikannya. Aku tidak akan memberikan kepada siapa pun sebelum susu yang aku perah ini kuberikan kepada kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai keduanya bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kepada keduanya. Setelah keduanya minum lalu kuberikan kepada anak-anaku. Ya Allah, seandainya perbuatan ini adalah perbuatan yang baik karena Engkau ya Allah, bukakanlah."  Maka batu yang menutupi pintu gua itupun bergeser.

Ya Allah...Ampunilah hambamu ini...teringat kembali akan sebuah hadits yg diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kpd siapakah aku hrs berbakti pertama kali ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi ?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’ Ia berta lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu!’, Orang tersebut berta kembali, ‘Kemudian siapa lagi, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Bapakmu’ “[Hadits Riwayat Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]
Astaghfirullah...Sering saya mengeluh ketika ibunda meminta atau menyuruhku...padahal ibunda tak pernah mengeluh dengan permintaan anakmu ini...

Teringat pesan Imam Adz-Dzhabai dalam kitab Al-Kabair berkata :

“Ibumu telah mengandungmu di dalam perut selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yg hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuk krn menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dgn tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas diri serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuan sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak dari kesusahan yg luar biasa dan panjang sekali kesedihan dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yg mengobatimu dan seandai dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dgn suara yg paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dgn akhlak yg tdk baik. Dia selalu mendo’akanmu dgn taufiq, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat di sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yg tdk berharga disisimu. Engkau kenyg dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan beruntuk baik kpd istri dan anakmu dari pada ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yg pernah dia untuk. Dan rasa berat atasmu memelihara padahal ialah urusan yg mudah. Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umur panjang padahal umur pendek. Engkau tinggalkan padahal dia tdk punya penolong selainmu.

di dalam Al-Qur'an surat Al-Ahqaf ayat 15 dan surat Luqman ayat 14 digambarkan betapa besarnya penderitaan ibu...

Astaghfirullah..Ya Allah ampunilah hamba...ketika ku meminta kepada ibunda...ibunda memberikannya tanpa beban, sambil mendoakan agar anaknya cepet lulus..tapi ketika ibunda meminta atau menyuruh, "La...tolongin mama..." "La...tolong kesini dulu sebentar.." tapi anakmu mengatakan tunggu ma...tanggung nih lagi ngetik skripsi...aduh..mah...lagi skripsi..."dan banyak alasan-alasan lain yang diutarakan...astaghfirullah...apakah itu bentuk syukurku kepada Allah atas karuniaNya memberikanku seorang bidadari ibu...

Apakah tidak pernah berpikir bagaimana dengan seorang anak yang dari kecil ditinggal ibunda...Apakah tidak pernah mencoba berempati dengan seorang anak yang tak bisa merasakan nikmat yang kau rasakan, nikmat perhatian, kaih sayang, nikmat cinta sorang ibu...dan banyak sekali nikmat yang Allah berikan lewat ibunda...dan Apakah tidak sadar bahwa kehidupan ini begitu singkat...roda waktu ini terus berputar tidak jarang ditemukan ibunda yang sudah tidak berada disamping anaknya...mungkin sejak smp, sma, atau perguruan tinggi...

tidakkah kau liat keriput di muka ibunda menandakan usianya sudah tua, tidak kah kau liat kelemahan ibunda ketika hendak mengangkat air untuk minum pun harus dengan tenaga lebih, tidak kah kau liat ibunda yang berjalan dengan pelan-pelan karena kekutan ototnya sudah melemah..Dan masih banyak pertanyaan....yang menyadarkan akan nikmat Allah melewati Ibunda...

Segala perbuatan ibunda tak bisa di balas...mau dengan harta kita...dengan kelulusan anaknya yang Sarjana...dengan predikat cumlaude...dengan bekerja yang gajinya ber juta berjuta...TIDAK AKAN PERNAH BISA MEMBALAS JASA IBU...

"Hendaklah kamu bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah semuanya akan kembali" (Luqman 14)

Masih banyak yang ingin kutulis di sini...tapi...aplikasi yang harus lebih banyak...perbuatan nyata....berbakti kepada ibunda...ibunda...ibunda...dan ayahanda....Sebelum semuanya terlambat dan menyesal...sebelum suaranya...akan menjadi suara yang paling ku RINDUKAN...

Ya Allah...Bahagiakanlah ibuku dan sayangilah ibuku sebagaimana ibuku menyayangiku sejak dalam rahim ibuku...

Untukmu doa tulus dari anak mu ini...

Ya Allah... 
Indahkan kepada kedua orang tuaku ucapanku
Haluskan kepada mereka tabiatku
Lembutkan kepada mereka hatiku
Jadikan aku orang yang sangat mencintai mereka

Ya Allah...
Balaslah kebaikan mereka karena telah mendidikku
Berikan ganjaran kepada mereka karena telah memuliakanku
Jagalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku pada masa kecilku

Ya Allah....
Jangan biarkan aku lupa untuk menyebut mereka sesudah shalatku
pada saat-saat malamku, pada saat-saat siangku


Wallahu A'lam...
Mohon maaf apabila ada kesalahan...tolong diperbaiki....Syukron Jazakillah...
Terima kasih untuk ibunda...dan semua Ibu, juga calon Ibu selamat menjadi seorang BIDADARI....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar