Rabu, 13 Agustus 2014

Wahai ANDRIA!!! Jangan asal ngomong! Jangan sampai menjilat ludah sendiri!

Wahai diriku, Jangan asal ngomong! Jangan sampai menjilat ludah sendiri!
Karena omongan bisa mengantarkan ke surga atau neraka.

Ketika Rasulullah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan masuk surga, Rasul menjawab : “Bertaqwa kepada Allah dan akhlaq mulia”. Dan ketika ditanya tentang penyebab masuk neraka, Rasul menjawab : “dua lubang, yaitu mulut dan kemaluan” HR. At Tirmidziy

“ Barang siapa yang mampu menjamin kepadaku antara dua kumisnya (kumis dan jenggot), dan antara dua pahanya, saya jamin dia masuk sorga” HR. Al Bukhariy

“ Takutlah pada neraka, walau dengan sebiji kurma. Jika kamu tidak punya maka dengan ucapan yang baik“ Muttafaq alaih

“ Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan batil” HR Ibnu Abiddunya. 

"Barang siapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barangsiapa banyak salah maka banyak pula dosanya, dan barangsiapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya." HR. Athabrani

"Kebanyakan dosa anak Adam karena lidahnya." HR. Athabrani dan Al Baihaqi

Wahai diriku, Akan datang hari mulut dikunci kata tak ada lagi…akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita…(Lagu Chrisye). Jangan asal-asalan dalam berbicara, karena ada hari pertanggungjawaban. Semua akan menjadi saksi, dan semua akan berbicara kecuali mulut. 

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yaasiin : 65)

“Sesungguhnya ada seseorang yang berbicara dengan ucapan yang Allah murkai, ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga hari kiamat” HR Ibn Majah.

Wahai diriku, Jagalah ucapan kita, menjaga agar lisan kita selalu berkata yang baik atau diam. 

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” HR. Muttafaq alaih

Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang bisa menjaga mulutnya, Allah akan tutupi keburukannya” HR. Abu Nuaim. 

“Ucapan yang baik adalah sedekah” HR. Muslim.

Diam bukan berarti pasif tetapi diam yang produktif tentunya.

Biasakanlah diam atau merenung, maka Anda akan produktif dalam hidup. Diam bukan dalam arti anda sama sekali tidak berbicara, melainkan diam dalam arti anda bahwa anda hanya berbicara jika ada kebutuhan untuk itu. (Anis Matta)

Ibnu Mas’ud berkata : “Tidak ada sesuatupun yang perlu lebih lama aku penjarakan dari pada mulutku sendiri”

Wahai diriku, keistiqomahan iman akan terlihat dari buah lisan ini. oleh karena itu berhati-hatilah, waspadalah sebelum berucap.

“Tidak akan istiqamah iman seorang hamba sehingga istiqamah hatinya. Dan tidak akan istiqamah hati seseorang sehingga istiqamah lisannya” HR Ahmad

Warna perasaan kita adalah cermin bagi tindakan kita. Tindakan yang harmonis akan mungkin lahir dari warna perasaan yang kuat dan harmonis. (anis matta)

Wahai diriku, Tong Kosong Nyaring bunyinya...otak kosong, omong kosong, pribadi yang kosong melompong. Jadi diamlah jangan sok tahu, dan berkatalah yang baik, jika tidak tahu katakan tidak tahu, seperti syair lagu yang diriku lantunkan saat aksi : "Katakan hitam adalah hitam dan katakan putih adalah putih", intinya kebenaran dan kejujuran.

“Dan katakan kepada hamba-hamba-Ku. “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar) sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” QS. 17: 53 

Pernahkah mendengar bahwa orang hebat "imam yang fakih" seperti imam Malik ketika ditanya 40 masalah fikih beliau hanya menjawab sekitar empat saja. beliau mengatakan Laa adri...aku tidak mengetahui...ketika memang tidak tahu.

Anis Matta pernah menulis dalam bukunya "Pada umumnya, orang yang banyak berbicara adalah orang yang lemah kepribadiannya."

Sikap-sikap yg dominan dalam diri seseorang yg secara akumulatif , mencintai dirinya adalah apa yang kita sebut sebagai kepribadiannya. (anis matta)

Wahai diriku, jadilah pribadi Islam yang sempurna... 

Rasulullah SAW bersabda : “Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah ketika ia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ia perlukan” HR At Tirmidziy

Wahai diriku, Hendaklah berfikir terlebih dahulu sebelum berucap karena Ibrahim At Taymiy berkata : Seorang mukmin ketika hendak berbicara, ia berfikir dahulu, jika bermanfaat dia ucapkan, dan jika tidak maka tidak diucapkan. Sedangkan orang fajir (durhaka) sesungguhnya lisannya mengalir saja”

Wahai diriku, mendengarlah lebih banyak...

Berkata Yazid ibn Abi Hubaib :”Di antara fitnah orang alim adalah ketika ia lebih senang berbicara daripada mendengarkan. Jika orang lain sudah cukup berbicara, maka mendengarkan adalah keselamatan, dan dalam berbicara ada polesan, tambahan dan pengurangan

Rasulullah SAW bersabda : “Beruntunglah orang yang dapat menahan kelebihan bicaranya, dan menginfakkan kelebihan hartanya “ HR. Al Baghawiy. 

Abu Darda berkata : “Perlakukan telinga dan mulutmu dengan obyektif. Sesungguhnya diciptakan dua telinga dan satu mulut, agar kamu lebih banyak mendengar dari pada berbicara. 

Diam (tidak berbicara) adalah suatu kebijaksanaan dan sedikit orang yang melakukannya. HR Ibnu Hiban

"Sesungguhnya Allah melarang kamu banyak omong, yang diomongkan, dan menyia-nyiakan harta serta banyak bertanya." HR Asysyihaab

Wahai diriku, Hendaklah menjadi seorang pahlawan mukmin sejati karena menurut Anis Matta:

Para pahlawan mukmin sejati adalah pekerja keras yang menunaikan janji kepahlawanannya dalam diam dan menyelesaikan karya-karyanya dengan semangat kebenaran sejati. Mereka jujur kepada Allah SWT, kepada diri sendiri serta kepada sejarah. Mereka tidak tertarik dengan hingar-bingar pengakuan public, atau sorotan kamera, sebab itu bukan tujuannya, sebab itu bukan kebanggaannya. 

Ada sebuah pesan hikmah bahwa;
“Seseorang tidak akan kehilangan perkataan yang benar kecuali apabila ia sudah kehilangan perbuatan yang benar”

Solikhin Abu Izzuddin menulis dalam bukunya:

Bermula dari kata-kata. Kata tidak sebatas ucapan lisan. Kata hati justru itu yang inti. Penentu sukses atau bahagiamu.
Mensurgakan kata-kata!

Wahai diriku!Afatul Lisan...Afatul Lisan...Menjaga Lisan agar berbuah surga...

"Barangsiapa akhir ucapannya "Laa ilaaha illallah" niscaya dia masuk surga." HR Abu Dawud.

Allahumma thahhir qalbii minannifaaqi, wa 'amalii minarriyaa'i, wa 'ainayya minal khiyaanati, wa lisaanii minal kadzibi...

Ya Allah sucikanlah hatiku dari nifak, amalanku dari riya, mataku dari khianat, lidahku dari dusta...

Amin...

Wallahu 'alam...Afwan Jiddan...Wahai ANDRIA!!!Jangan asal ngomong! Jangan sampai menjilat ludah sendiri! Astaghfirullah...

22 Rajab 1431 H _Selasa_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar