Sabtu, 09 Agustus 2014

WISDOM IN ANSWERING QUESTION

Bismillahirahmanirrahim…

(Bijak dalam Menjawab)

Pada tulisan ini dibuat saya harus membaca berulang-ulang pada bahan yg saya miliki, Kenapa saya melakukan hal itu ? karena saya berharap tulisan ini pas dengan judul yg saya tulis. Tulisan ini akan menceritakan mengenai seorang Pengajar dan Pendidik dalam menjawab pertanyaan dengan bijak. Bagi saya tulisan ini sangat bermanfaat, apalagi bagi seseorang yg berprofesi di dunia pendidikan.


Pada suatu hari....


Ada seorang Guru taman kanak-kanak yg bertanya kepada anak-anak sekelas, “Berapa satu tambah satu ? “ Mereka yakin tahu jawabannya. Ada seorang anak yg bernama Gola, Gola tidak dapat tetap duduk di kursinya karena melambaikan tangan dengan kalut. Akhirnya Gurunya melihat Gola dan menyebut namanya, dan dengan penuh penuh percaya diri Gola tersenyum dan menjawab, “Satu tambah satu sama dengan tiga!” Gurunya tersenyum dengan simpatik sambil berkata, “Bukan , itu Salah. Andria, kamu tahu tidak, jawaban yg benar?” dan seterusnya. Sementara itu, anak-anak lain diam-diam menertawakan Gola dan seluruh pengalaman tersebut mengubah dirinya. Selarang, dengan merasa kalah dari mendapat pelajaran penting, dia berkata kepada dirinya “Jangan berbuat itu lagi! Jangan mengangkat tangan kecuali jika kau sangat yakin jawabanmu tepat.” Jadi dia tidak melakukannya lagi, dan sikap ini menempel terus. Gola telah mengasosiasikan pengakuan dengan keTEPATan dan dia menyimpan yg dia pelajari untuk dirinya sendiri.


Tanggapan apa yg sebaiknya diberikan gurunya yg mengakui usahanya ke arah Belajar, tetapi tetap memberitahukan bahwa jawabannya tidak tepat?


Sambil tersenyum guru Gola dapat berkata, “Gola, kamu sudah maju sekali! (pujian) Tiga adalah jawaban yg tepat untuk satu tambah DUA, tapi kita belum sampai ke sana. Wah, cepat sekali kamu maju. Jadi, jika satu tambah DUA adalah tiga, bagaimana kalau kita mundur sedikit ke satu tambah satu ? Apa jawabannya menurut kamu?”






Itulah kisahnya, Inpiratif bukan ? coba baca sekali lagi dan temukan inspirasi di dalamnya. Kisah tersebut bukan pengalaman pribadi, tapi saya dapatkan dari sebuah buku. Walaupun begitu, memang klo diingat-ingat lagi saya waktu SD nilai matematika saya nol...hehe....






Ada contoh, ini contoh dari seorang Sahabat Rasulullah Saw.,


Seorang sahabat melakukan kesalahan dalam mengucapkan salam. Padahal, ucapan salam adalah hal yg hampir tidak pernah salah diucapkan oleh umat Islam. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. menyikapi kesalahan itu sesuai dengan kondisi orang tersebut, plus memberikan penjelasan tentang Allah Swt. Sebagai Tuhan Yang Maha Damai.


Subhanallah....


Semoga kisah tersebut dapat diambil pelajaran Bagaimana sikap yg tepat dalam menyikapi jawaban yg salah dari muridnya. Menurut saya kisah ini berlaku umum, tidak hanya di taman kanak-kanak tapi juga (*menurut saya lho,) itu bisa dipraktikan di KAMPUS, perguruan tinggi...dosen bisa menerapkan hal itu, sehingga mahasiswa tidak putus asa...jadi ingat waktu kuliah saya dimarahin di depan kelas oleh dosen......(Ya elah...CurCol...Cuhat Colongan...wkwkwk)






contoh dari seorang Sahabat Rasulullah Saw.,


Seorang sahabat melakukan kesalahan dalam mengucapkan salam. Padahal, ucapan salam adalah hal yg hampir tidak pernah salah diucapkan oleh umat Islam. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. menyikapi kesalahan itu sesuai dengan kondisi orang tersebut, plus memberikan penjelasan tentang Allah Swt. Sebagai Tuhan Yang Maha Damai.


Subhanallah....






Ditulis Andria P 





22 -11- 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar