Senin, 11 Agustus 2014

11 Agustus 2014

Hari ini tepat tanggal 11 agustus 2014, MasyaAllah, Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata.

Alhamdulillah...saya masih hidup, masih sehat, masih beriman..nikmat yang sangat besar, masih mengingat-Mu Ya Allah...masih bisa menyebut nama-Mu yang indah Ya Rahman..Ya Rahiim...
Sungguh semua adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Jangan bersedih atas apa yang hilang darimu dan pergi darimu, karena semuanya milik Allah dan akan kembali pada-Nya.

Rasa Takut, cemas, Stres, dll..bercampur banyak perasaan yang tidak bisa digambarkan.
Bismillah..saya akan coba menulis mengenai Kufur Nikmat.

Tahukah apa itu Kufur ? kufur adalah sikap hidup yang tidak bersedia untuk mengakui akan kenikmatan yang telah diberikan Allah terhadapnya.
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada dan telah dimiliki. dan selalu merasa kurang dan masih terobsesi dengan keinginan lain yang lebih banyak.
Tahukah kita, kalau ternyata orang Kufur ketika mendapatkan keberuntungan atau keberhasilan atau kebahagiaan,ia akan membangga-banggakan dirinya secara berlebihan..ya sombong atau takabur. Sebaliknya ketika ia mendapatkan ujian atau cobaan atau kehilangan salah satu nikmat atau hal lain yang tidak sesuai dengan keinginannya mereka akan BERPUTUS ASA.

Coba liat QS Hud surat ke 11 ayat ke 9
"Dan jika Kami rasakan manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih."
Astaghfirullah...ampunilah diri ini...ketika diri ini diuji seringkali kita merasa bahwa nikmat Allah hilang, atau bahkan mengatakan perkataan kufur contohnya "Allah tidak adil terhadap saya...", padahal Allah Maha Rahman dan Rahiim.. diantara sekian banyak nikmat Allah yang tidak bisa dihitung karena banyak sekali, kita lupa...tapi ketika diuji dengan dengan mencabut satu atau dua nikmat saja diantara sekian banyak nikmat Allah, kita malah bersedih dan menyalahkan Allah...astaghfirullah....

Cukuplah Allah Yang Maha Menyaksikan Ya Syahiid...Sebagai penolongku satu-satunya, tiada sekutu bagi-Nya.
ditulis,
Andria

Tidak ada komentar:

Posting Komentar