Rabu, 13 Agustus 2014

Visi dan Strategi Jurnalistik

Dalam meliput dan membuat berita (news dan views), bagian redaksi biasanya mempunyai acuan tertentu sebagai “Garis Besar Haluan Redaksi” (GBHR), yang terdiri dari visi dan misi. Dan visi dan misi tersebut mengacu pada jenis jurnalistik apa yang digarapnya, jenis-jenis jurnalistik itu sendiri meliputi :

  • Jazz Journalism. Jurnalistik yang mengacu pada pemberitaan hal-hal yang sensasional, menggemparkan atau menggegerkan, seperti meramu gosip atau rumor. 
  • Adversary journalism. Jurnalistik yang membawa misi penentangan atau permusuhan, yakni beritanya sering menentang kebijakan pemerintah atau penguasa (oposisi).
  • Government-say-so-journalism. Jurnalistik yang memberitakan atau meliput apa saja yang disiarkan pemerintah layaknya koran pemerintah.
  • Checkbook journalism. Jurnalistik yang untuk memperoleh bahan berita harus memberi uang pada sumber berita.
  • Alcohol journalism. Jurnalistik liberal yang tidak menghargai urusan pribadi seseorang atau lembaga.
  • Crusade journalism. Jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu, misalnya demokrasi, nilai-nilai Islam atau nilai-nilai kebenaran (Malik, dalam Romli, 2001: 70).

Dalam kamus jurnalistik ditemukan pula istilah-istilah atau jenis-jenis jurnalistik sebagai berikut,

  • Electronic journalisme (jurnalistik elektronik), yakni pengetahuan tentang berita-berita yang disiarkan melalui media massa modern seperti film, televisi radio kaset, dan sebagainya.
  • Junket journalism (jurnalistik foya-foya), yaitu praktik jurnalistik yang tercela, yakni wartawan yang mengadakan perjalanan jurnalistik atas biaya dan perjalanan yang berlebihan yang diongkosi di pengundang.
  • Gutter journalism (jurnalistik got), yaitu teknik jurnalistik yang lebih menonjolkan pemberitaan tentang seks dan kejahatan. 
  • Gossip journalism (jurnalistik kasak-kusuk), yaitu jurnalistik yang lebih menekankan pada berita-berita kasak-kusuk dan isu yang kebenarannya sangat diragukan (“koran gosip”).
  • Development journalism (jurnalistik pembangunan), atau dalam istilah kita “pers pembangunan”, yaitu jurnalistik yang mengutamakan peranan pers dalam rangka pembangunan nasional negara dan bangsanya (Assegaf, dalam Romli, 2001: 71).

Penentuan visi dan misi sebuah penerbitan (media massa) penting artinya untuk menjadi pedoman jajaran redaksi dalam menjalankan tugasnya.

Visi sebuah media antara lain dapat dilihat dan dituangkan dalam tajukrencana media tersebut. Karena, lewat tajukrencanalah biasanya sebuah media menunjukkan sikap secara jelas atas sesuatu masalah. Misi sebuah media dijabarkan dalam rubrikasi. Misi ini pula yang menentukan pangsa pasar mana yang dituju media tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar