Sabtu, 09 Agustus 2014

Menghadapi Takdir Allah

KESADARAN AKAN BAIKNYA PILIHAN TUHAN MEMBUAT MEREKA KUAT MENGHADAPI TAKDIR-NYA.


Sebab, jika hamba telah menyadari baiknya pilihan Allah Swt. Untuknya, ia akan merasa yakin bahwa Dia tidak pernah menghendaki hamba-Nya menderita, karena Dia Maha Penyayang. Allah berfirman,








“Dia Maha Penyayang kepada orang beriman.” (Al Ahzab: 43)






Suatu ketika Rasulullah saw. Melihat seorang wanita bersama anaknya. Ia bersabda, “Mungkinkah ia melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”






Para sahabat menjawab, “Tentu saja tidak, wahai Rasulullah.”






“Allah lebih menyayangi hamba-Nya yg beriman daripada wanita itu kepada anaknya,” ujar Rasulullah.


Hanya saja, Allah Swt. Menakdirkan pelbagai penderitaan untukmu demi karunia dan anugerah yg akan datang sesudahnya. Bukankah Allah telah berfirman, “Orang-orang yg bersabar akan disempurnakan balasan mereka tanpa hisab.”






Seandainya Allah Swt. Membiarkan hamba menjalani pilihan mereka sendiri, tentu mereka tidak akan mendapatkan karunia-Nya dan tidak bisa masuk ke surga-Nya. Segala puji bagi Allah atas pilihan-Nya yg baik. Allah berfirman, “Boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian menyenangi sesuatu padahal ia buruk bagi kalian.”






Seorang ayah yg penyayang kadang-kadang membawa tukang bekam untuk anaknya tanpa bermaksud menyakitinya. Dokter yg baik akan mengobatimu dengan memberi balasan yg panas meskipun kau merasa sakit. Jika kau mengikuti pilihanmu sendiri, kau tidak akan sembuh. Orang yg tidak diberi, dan kemudian mengetahui bahwa hal itu merupakan bentuk kasih sayang kepadanya, sesungguhnya telah mendapatkan pemberian. Sama seperti ibu yg mencintai anaknya. Ia tidak membolehkan anaknya banyak makan karena takut pencernaannya terganggu. Karena itu, Syekh Abu al-Hasan rahimahullah berkata, “Ketahuilah, Allah Swt. Tidak memberimu bukan karena Dia pelit. Akan tetapi, Dia tidak memberimu karena menyayangimu. Jadi, penahanan oleh Allah sejatinya merupakan pemberian. Namun , hanya orang yg shiddiq(benar) yg mengetahuinya.”






Dalam kitab lain dijelaskan, “Karena kau tahu bahwa Allah yg mengujimu, kau merasa ringan menghadapi ujian. Dialah yg memberikan pilihan baik untukmu. Seluruh ketentuan-Nya mengarah kepadamu.”









Dikutip dari terjemahan al-Tanwir fi isqath al-Tadbir karangan Ibnu ‘Athaillah al-Sakandari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar